Berawal dari diskusi ringan dalam kelompok belajar bahasa Arab yang diasuh oleh Ust Agustiar Nur Akbar.
Mengenai kegelisahan terhadap berbagai potret dan fenomena umat yang masih banyak buta baca tulis Alquran dan mengalami degradasi moral di tengah masyarakat terutama di sekitar lingkungan termasuk orang–orang terdekat. akibat kurangnya kesadaran beragama dikarenakan minimnya pengetahuan agama atau takut untuk belajar agama.
Akhirnya tercetuslah nama Yayasan Lebah Haramain 156. Dengan filosofi, lebah adalah gambaran insan mukmin yang banyak memberi manfaat seperti yang digambarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan karakter lebah sendiri diabadikan dalam surat An Nahl.
Haramain, adalah 2 tempat suci umat Islam, yaitu “masjidil haram” (Mekah) dan “masjid nabawi (Madinah)”. 156 adalah perlambangan dari pondasi dasar agama Islam, 1 lambang dari tauhid, 5 adalah rukun Islam dan 6 adalah rukun iman.